Slider
Example

STIPER Amuntai Satu-Satunya Perguruan Tinggi di Banua Yang Berkarakter, Berkapasitas, dan Berdaya Saing

Tata Tertib Mahasiswa

TATA TERTIB KEHIDUPAN MAHASISWA

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam pasal ini yang dimaksud dengan :

Kode etik/tata tertib adalah norma dan aturan yang telah ditetapkan STIPER Amuntai dan diputuskan oleh ketua STIPER Amuntai sebagai landasan perilaku bagi mahasiswa STIPER Amuntai.
Kode etik/tata tertib adalah segala ketentuan yang mengatur sikap, tingkah laku, cara berpakaian dan pergaulan mahasiswa yang sesuai dengan ajaran Islam, adat-istiadat, dan kepribadian bangsa serta sangsi bagi mahasiswa yang melanggar ketentuan tersebut.
Mahasiswa adalah seluruh Mahasiswa STIPER Amuntai yang teregistrasi sebagai mahasiswa aktif dan cuti akademik baik Reguler maupun non-Reguler.
Pelanggaran tata tertib adalah setiap perilaku, sikap, cara berbusana, dan pergaulan mahasiswa yang bertentangan dengan aturan ini.
Sanksi adalah hukuman yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar kode etik dan tata tertib ini, baik sanksi ringan, sedang, maupun berat.
Institusi dan pejabat yang berwenang adalah Senat STIPER Amuntai, Pimpinan STIPER Amuntai, Pembantu Ketua, Ketua/Sekretaris Prodi dan Dosen.
Lembaga kemahasiswaan adalah lembaga kemahasiswaan intra kampus STIPER Amuntai.

BAB II
TUJUAN DAN FUNGSI

Pasal 2
Tujuan kode etik dan tata tertib adalah tercapainya suasana kampus yang kondusif bagi mahasiswa, agar Tri Dharma Perguruan Tinggi telaksana secara efektif, sehingga terbangun image positif terhadap lembaga.
Fungsi kode etik dan tata tertib ini adalah ;
Menjadi pedoman dan petunjuk bagi mahasiswa STIPER Amuntai mengenai sikap, perilaku, cara berpakaian, dan pergaulan, serta sanksi terhadap yang melanggar.
Membantu tegaknya peraturan dan tata tertib di STIPER Amuntai.

BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN MAHASISWA

Pasal 3
Hak dan Kewajiban Kurikuler, Intra Kulikuler dan Ekstrakurikuler Kewajiban Kurikuler, Intara Kurikuler dan Ekstrakurikuler mahasiswa STIPER Amuntai :

Menggunakan kebebesan mimbar akademik secara bertanggung jawab sesuai dengan paradigma ilmiah dan peraturan yang berlaku.
Memanfaatkan fasilitas STIPER Amuntai dalam rangka proses belajar dan kegiatan akademik serta non-akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menyampaikan aspirasi dan pendapat berupa usul, saran, kritik baik secara lisan/tulisan secara etis dan bertanggung jawab, serta mencantumkan nama.
Memperoleh pelayan yang layak dalam pengembangan nalar, minat, bakat, dan mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi dan aktif dalam organisasi intra kurikuler.

Pasal 4
Hak dan Kewajiban Penggunaan Barang di Lingkungan Kampus STIPER Amuntai. Setiap mahasiswa, melalui lembaga kemahasiswaan intra kampus STIPER Amuntai dapat memajukan permohonan peminjaman inventaris milik kampus kepada petugas yang telah ditunjuk dengan ketentuan :

Bahwa kegiatan yang dilakukan mempunyai hubungan dengan program kelembagaan yang menunjang pengembangan minat dan bakat.
Lembaga kemahasiswaan yang bersangkutan wajib mengajukan surat permohonan atau proposal kegiatan yangdiketahui oleh penjabat yang terkait atau Pembina OKM yang bersangkutan.
Pemohonan penggunaan inventaris akan disetujui selama dimungkinkan dan sebelum dipergunakan oleh lembaga lain.
Sipemakai bertanggung jawab dalam keamanan inventaris sampai adanya serah terima ke Sub,Bag,Umum dan Perlengkaapan.
Pengurus lembaga kemahasiswaan bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan inventaris masing-masing.
Mahasiswa tidak dibenarkan membawa inventaris kampus tanpa izin dan produr administrasi yang berlaku

Pasal 5
Hak dan Kewajiban Penggunaan Kantor Lembaga Kemahasiswaan.

Setiap lembaga kemahasiswaan antara kampus STIPER Amuntai. dapat menggunakan Sekretariat masing-masing lembaga dengan ketentuan :

Sekretariat dibuka setiap hari kerja mulai pukul 08.00 s.d 16.00 (Kalau dipandang perlu).
Menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan dan kerapian sekretariat.
Merawat barang-barang inventaris dan ikut bertanggung jawab akan kebutuhan.
Sekretariat tidak boleh digunakan untuk tempat menatap, mencuci, dan menjamur pakaian.

Pasal 6
Kewajiban Umum

Mahasiswa STIPER Amuntai berkewajiban :

Menjunjung tinggi ajaran islam dan berakhlak mulia taat terhadap peraturan agama, adat istiadat yang berlaku serta melaksanakannya dengan penuh kesadaran.
Bersikap santun kepada dosen dan staf STIPER Amuntai.
Bersikap santun antara sesama mahasiswa.
Mentaati segala ketentuan/peraturan yang berlaku di STIPER Amuntai.
Menjaga kewibawaan dan memelihara iteka dan nama baik almamater.
Mahasiswa masuk ruang kuliah 10 menit sebelum perkuliahan dimulai dan tidak ada toleransi keterlambatan dengan alasan apapun.
Mahasiswa meninggalkan harus ada izin dari orang tua/wali berupa surat tertulis (surat elektronik, panggilan telepon dan SMS tidak dilayani) yang ditunjukan kepada dosen pengurus mata kuliahan yang bersangkutan.
Mahasiswa meninggalkan kuliah karena sakit lebih dari 3 hari harus ada keterangan dokter/puskesmas.
Mahasiswa wajib menyediakan dan menyiapkan semua sara penunjang PDM (laptop, LCD, Projector, dan sound system) sebelum perkuliahan di mulai.

Pasal 7
Kewajiban Khusus

Mahasiswa STIPER Amuntai berkewajiban :

Menggunakan jalan kampus dengan tertib, sopan, dan harus memelihara ketenangan dan ketertiban lalu lintas, serta menempatkan kendaraan dengan tertib.
Memelihara keamanan, ketertiban, keindahan dan kebersihan segala sara dan fasilitas kampus.
Mengikuti perkuliahan dan kegiatan ko-kurikuler secara seksama dan telah berada di ruangan sebelum perkuliahan atau kegiatan dimulai.
Memelihara batas-batas pergaulan dengan sopan sesuai dengan norma-norma agama dan adat istiadat yang berlaku ditengah masyarakat.

BAB IV
PAKAIAN

Pasal 8
Bentuk pakaian mahasiswa mesti rapi, sopan, dan sesuai dengan syariat Islam (menutup aurat, tidak kentat, tidak transparan dan tidak menyolok) baik saat berada di dalam maupun di luar kampus.
Pakaian wajib mahasiswa saat mengikuti ujian, pratikum, OSPEK, dan Acara formal lainnya sebagai berikut : Untuk laki-laki : Kemeja warna putih dan celana panjang warna hitam serta memakai sepatu, atau sesuai ketentuan pelaksanaan kegiatan.
Pakayan wajib mahasiswa saat mengikuti perkuliahan dan dalam mengurus administrasi adalah sebagi berikut :Untuk laki-laki : Kemeja kerah dan celana panjang serta memakai sepatu dan kaos kaki. Untuk Perempuan : Baju yang sopan dan celana/rok panjang, memakai jilbab dan sepatu.
Mahasiswa dapat menyesuaikan pakaian khusus untuk keperluan olahraga dan kegiatan mahasiswa lainnya dengan tetap berdasarkan ketentuan pasal 8 ayat 1 diatas. Untuk Perempuan : Baju yang sopan dan rok/celana panjang warna hitam yang menutup sampai mata kaki, memakai jilbab, dan sepatu, atau sesuai ketentuan pelaksanaan kegiaatan.
Mahasiswa tidak boleh datang ke kampus dengan memakai sandal jepit dan kaos oblong.
Mahasiswa tidak diperkenankan mengenakan perhiasan yang berlebihan.
BAB V
JENIS PELANGGARAN
Pasal 9
Pelanggaran Ringan

Merokok, makan, dan minum di dalam ruang kuliah saat perkuliahan sedang berlangsung.
Membuang sampah di sembarang tempat, mencoret, inventasi kantor dan gedung.
Membawa dan memakai perhiasan, serta berdandan yang berlebihan.
Menggunakan telepon genggam ketika kuliah sedang berlangsung.
Menggunaka sarana dan fasilitas STIPER Amuntai secara tak bertanggungjawab yang mengakibatkan kerugian terhadap lembaga.
Memakai sandal, baju kaos tanpa kerah, celana pendek, celana robek, selama mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus.
Khusus bagi laki-laki tidak dibenarkan mengenakan kalung, anting, tato, dan berambut panjang yang tak pantas bagi mahasiswa islam.
Memakai pakayan kentat, tembus pandang, dan baju pendek,sandal, memasukan baju kedalam rok, kecuali saat memakai jaket almamater yang sampai menutup pinggul.
Membawa buku, catatan-catatan atau sejenisnya ke dalam ruang ujian, serta melakukan gerakan-gerakan yang menggangu ketertiban ujian (seperti bertanya kepada teman, kekiri dan kekanan atau kebelakang)

Pasal 10
Pelanggaran Sedang

Bertamu, jalan, dan duduk berduaan dengan yang bukan muhrim, belajar dengan lawas jenis sampai larut malam (diatas pukul 21.00 WIB.)
Berboncengan dengan cara yang tidak sopan.
Memiliki, membawa, menggadaikan, meminjam, meminjamkan, menjual, dan menyewakan media pornografi.
Mengundang dan atau membawa pihak luar STIPER Amuntai ke dalam kampus yang dapat diduga menimbulkan keributan atau keresahan.
Menggangu ketenangan PBM dan penghuni dilingkungan kampus.
Melakukan provokasi dan tindakan lain yang dapat mencemarkan nama baik STIPER Amuntai, ras, suku, agama, dan pribadi seseorang.
Melihat catatan atau sejenisnya ketika ujian berlangsung serta membantu teman dalam menjawab soal ujian.
Melawan dosen, pengawas ujian ketika diingatkan untuk tidak menggangu PBM atau tata tertib ujian.
Merusak barang-barang inventaris STIPER Amuntai.
Pasal 11
Pelanggaran Berat

Bermalam di rumah lawan jenis yang bukan muhrim disaat tidak didampingi oleh muhrimnya.
Masuk rumah lawan jenis dengan pintu/gorden tertutup, ataupun berdiam ditempat sepi.
Memiliki, membawa, mengedarkan dan menggunakan narkoba.
Membuatkan dan atau menerima orang lain untuk membuat skripsi atau melakukan plagiasi.
Memalsukan nilai, tanda tangan, stempel, ijazah, dan surat-surat keterangan lainnya.
Mencuri, menggandakan, dan membocorkan soal ujian sebelum ujian berlangsung.
BAB VI
SANKSI
Pasal 13
Ketentuan Sanksi

Sanksi diberlakukan bagi mahasiswa, dan atau lembaga kemahasiswaan yang tidak melaksanakan kewajiban atau melanggar aturan sebagaimana tertuang dalam kode etik dan tata tertib ini.
Pemberlakuan sanksi ditentukan setelah melalui penelitian dan pertimbangan secara cermat dan diteliti oleh institusi dan pejabat yang berwenang di STIPER Amuntai.

Pasal 14
Sanksi Ringan

Sanksi ringan yang dimaksud meliputi :

Nasehat dan teguran, baik lisan maupun secara tertulis.
Memanggil orang tua mahasiswa yang bersangkutan.
Pengusiran dari ruang kuliah atau ujian.
Tidak mendapatkan pelayanan administrasi, akademik dan kemahasiswaan selama melakukan pelanggaran.

Pasal 15
Sanksi Sedang

Sanksi sedang yang dimaksud meliputi :

Mengganti barang inventaris yang dirusak atau dihilangkan.
Kehilangan hak mengikuti ujian dalam mata kuliah tertentu dan atau seluruh mata kuliah selama 1 semester.
Penangguhan dan/pembatalan hasil ujian untuk mata kuliah tertentu atau untuk seluruh mata kuliah dalam 1 semester.
Penagguhan penyerahan ijazah dan/transkrip niali asli dalam jangka waktu tertentu.
Skorsing selama satu semester dari kegiatan akademik dengan masih tetap membayar SPP dan tetap terhitung sebagai studi penuh.

Pasal 16
Sanksi Berat

Sanksi berat yang dimaksud di atas meliputi :

Skorsing selama dua semester atau lebih dari kegiatan akademik dengan masih tetap membayar SPP dan tetap terhitung sebagai studi penuh.
Menyuruh pindah
Pemberhentian dengan tidak hormat sebagai mahasiswa.
Dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Pasal 17
Pihak Yang Berhak Menjatuhkan Sanksi

Pihak yang berwenang memberikan sanksi terdiri dari Ketua, Pembantu Ketua, Ketua/Sekretaris Prodi, dan Dosen dalam lingkungan STIPER Amuntai.
Ketua STIPER Amuntai berwenang memberikan sanksi berat atas pelanggaran kode etik dan tata tertib mahasiswa setelah mendapatkan pertimbangan Senat STIPER Amuntai, atau institusi yang direkomendasikan Senat STIPER Amuntai.
Pembantu ketua berwenang memberikan sanksi sedang atas pelanggaran kode etik dan tata tertib mahasiswa setelah dikonsultasikan dengan ketua STIPER Amuntai.
Ketua/Sekretaris Prodi dan Dosen, berwenang memberikan sanksi ringan bagi pelanggaran kode etik dan tata tertib mahasiswa setelah dikonsultasikan dengan Pembantu ketua Bidang Akademik atau Pembantu Ketua Bidang kemahasiswaan.
Pasal 18
Tata Cara Penjatuhan Sanksi

Pemberian sanksi oleh Ketua STIPER Amuntai
Ketua memberikan sanksi setelah mendapatkan pertimbangan senat, atau institusi yang direkomendasikan Senat dan melalui proses berjenjang yang tembusannya disampaikan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan orang tua/wali, serta kepada lembaga atau UKM yang melakukan.
Penjatuhan sanksi sedang oleh Pembantu Ketua
Pembantu Ketua memberikan sanksi berdasarkan usul ketua/sekretaris jurusan setelah mendapat persetujuan ketua STIPER.
Pemberian sanksi ringan oleh Ketua/Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi, atau Dosen, dilakasakan berdasarkan hasil temuaan langsung terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa atau laporan sumber lain yang dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.

PERLINDUNGAN PEMBELAAN, REHABILITAS, DAN PENCABUTAN SANKSI
Pasal 19
Perlindungan

Sanksi pelapor berhak mendapatkan perlindungan keamanan dan keselamatan di STIPER Amuntai.

Pasal 20
Pembelaan

mahasiswa atau lembaga kemahasiswaan yang dinyatakan melanggar kode etik atau tata tertib dapan mengajukan pembelaan diri jika sanksi yang diberikan dipandang tidak sesuai prosedurnya dengan azas keadilan.
Mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan diberikan hak mengajukan keberatan tertulis atau usul pemberian sanksi berat dalam tenggang waktu 3 X 24 jam setelah keputusan pemberian sanksi diduga diterima oleh yang bersangkutan.

Pasal 21
Rehabilitas Dan Pencabutan Sanksi

Rehabilitas nama dan pencabutan sanksi dapat diberikan kepada mahasiswa yang terbukti tidak melakukan pelanggaran.

BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 22
Dengan berlakunya kode etik dan tata tertib mahasiswa STIPER Amuntai, segala ketentuan yang bertentangan dengan kode etik dan tata tertib mahasiswa ini dinyatakan tidak berlaku.
Hal-hal yang belum diatur dalam kode etik dan tata tertib mahasiswa STIPER Amuntai ini akan ditetapkan tersendiri dalam bentuk surat Keputusan Ketua STIPER Amuntai.
Pelaksanaan dan pengawasan dalam hal penetapan peraturan kode etik dan tata tertib ini menjadi tanggung jawab seluruh civitas akademika dan karyawan STIPER Amuntai.
Kode etik dan tata tertib mahasiswa ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Kode etik dan tata tertib ini dapat ditinjau kembali apabila diduga bertentangan dengan Syariat Islam, Peraturan Perundang-Undangan Negara, atau ketentuan yang lebuh tinggi dari peraturan ini.