
AMUNTAI – Momentum bersejarah Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai dalam rangka Wisuda Sarjana Strata (S1) Ke-17 Tahun Akademik 2024/2025 menjadi penanda lahirnya 105 Sarjana Pertanian baru yang dituntut siap menghadapi tantangan global. Acara yang digelar khidmat di Gedung Aneka Guna Amuntai pada Rabu (26/11/2025) ini, menelurkan 61 lulusan Program Studi Agrobisnis dan 44 lulusan Program Studi Agroteknologi.
Ketua STIPER Amuntai, Dr. Miranda Romaully Br Sitanggang, S.P., M.P., dalam pidato wisudanya, menyoroti perlunya sarjana pertanian menguasai kompetensi abad ke-21. Ia menegaskan bahwa gelar sarjana adalah amanah besar yang menuntut lulusan menjadi ilmuwan, pemimpin, dan agen perubahan.
Dr. Miranda, yang juga Ketua STIPER Periode 2024–2028, menjabarkan kompetensi kunci yang harus dimiliki lulusan, yang tercermin dalam 6C: Communication, Collaboration, Compassion, Critical Thinking, Creative Thinking, dan Computation Logic. Kompetensi ini juga harus diperkuat dengan kemampuan adaptif, kepemimpinan, dan literasi teknologi.
“Amanah Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Tinggi, sarjana adalah pembelajar sepanjang hayat, jangan berhenti belajar. Jadikan ilmu sebagai bekal hidup, bukan sekadar gelar. Teruslah menambah wawasan, memperdalam keahlian, dan mengasah karakter,” pesan Dr. Miranda.

Dalam menghadapi era teknologi 4.0, Society 5.0, dan menuju Revolusi Industri 6.0, Ketua STIPER menegaskan bahwa lulusan harus mampu melakukan Digital Transformation (DigX) dan Green Transformation. Lulusan baru dituntut untuk mengikuti perkembangan industri dan berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian.
“Manfaatkan pelatihan daring, komunitas profesional, dan jejaring alumni untuk terus berkembang,” tambahnya, menekankan pentingnya peran aktif alumni dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STIPER Amuntai demi menjaga akreditasi dan reputasi kampus.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan, yang menyampaikan selamat dan mengajak para sarjana untuk menjadi pionir inovasi pertanian di daerah.
“Kami berharap para lulusan tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga menjadi pelopor inovasi pertanian di daerah kita. Perubahan zaman menuntut kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kesungguhan dalam mengembangkan pertanian modern,” ujar Wabup HSU.
Acara wisuda ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Forkopimda, Ketua Yayasan Bakti Muslimin Amuntai, Ketua STIA Amuntai, seluruh Senat, dan keluarga wisudawan, menunjukkan sinergi antara kampus, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.
Penutup Puitis dari Ketua STIPER: Dr. Miranda menutup pidatonya dengan pantun penyemangat:
Bunga melati harum mewangi
Tumbuh subur di taman hati
Wisuda bukan akhir dari mimpi
Tapi awal langkah menjemput prestasi
