Kurikulum Pendidikan Sarjana Pertanian Unggul & Berkelanjutan
Kurikulum terpadu STIPER Amuntai dirancang secara adaptif untuk memadukan kedalaman sains agroteknologi modern, tata kelola agribisnis berdaya saing, serta keunggulan komparatif ekosistem pertanian lahan rawa lebak Banua Kalimantan Selatan berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Pilihan Kurikulum Program Studi Sarjana
STIPER Amuntai menyelenggarakan dua program studi sarjana terakreditasi BAN-PT dengan fokus keilmuan yang saling melengkapi untuk memajukan sektor pertanian nasional.
S1 Agroteknologi
Berfokus pada rekayasa sains budidaya pertanian, bioteknologi tanaman, pengelolaan kesuburan tanah rawa masam, teknologi pascapanen, dan perlindungan tanaman terpadu berbasis kearifan lokal lahan rawa lebak.
S1 Agribisnis
Membina keahlian strategis tata niaga agrikultur, manajemen rantai pasok pangan (supply chain), studi kelayakan investasi bisnis pertanian, pemasaran digital, dan penguatan kelembagaan kelompok tani Banua.
4 Tahapan Perjalanan Akademik Mahasiswa
Kurikulum distrukturkan secara progresif dari penguatan karakter dan sains dasar hingga kematangan profesional dan karya tridharma.
Fondasi Sains & Karakter
Paket terstruktur untuk Mahasiswa Baru (20 SKS/sem). Penguatan dasar biologi, kimia, matematika pertanian, bahasa ilmiah, etika Islam, dan wawasan kebangsaan.
Kompetensi Inti Kejuruan
Penguasaan mata kuliah keilmuan inti program studi: dasar agronomi, ilmu tanah rawa, perlindungan tanaman, sosiologi pedesaan, dan tataniaga pertanian.
Peminatan & Pengayaan MBKM
Pendalaman mata kuliah keahlian berkarya, komoditas unggulan lahan rawa lebak, metode penelitian ilmiah, serta program magang industri dan proyek desa.
Tridharma & Tugas Akhir
Praktik Kerja Mahasiswa (PKM / 4 SKS) terjun langsung di kelompok tani, pendadaran, dan penyusunan Skripsi (6 SKS) atau Jalur Tugas Akhir Alternatif OBE.
Komposisi Beban Kurikulum Sarjana (S-1)
Total: Minimal 144 SKSDistribusi proporsional kelompok mata kuliah sesuai standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI Level 6):
| No | Kelompok Mata Kuliah | Beban SKS | Contoh Muatan Kurikulum |
|---|---|---|---|
| 1 | Mata Kuliah Wajib Nasional (MKWN) | 8 SKS | Pendidikan Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia |
| 2 | Mata Kuliah Wajib Institusi STIPER | 12 – 16 SKS | Ekologi Lahan Rawa Lebak, Etika Profesi, Bahasa Inggris Pertanian |
| 3 | Mata Kuliah Keilmuan & Keahlian Inti Prodi | 88 – 96 SKS | Agronomi, Ilmu Tanah, Proteksi Tanaman, Tataniaga, Manajemen Agribisnis |
| 4 | Mata Kuliah Pilihan Peminatan | 14 – 18 SKS | Bioteknologi Rawa, Rantai Pasok Pangan, Hortikultura Rawa Lebak, Perkebunan |
| 5 | Tridharma & Tugas Akhir Kelulusan | 10 SKS | Praktik Kerja Mahasiswa (PKM / 4 SKS) & Skripsi / Tugas Akhir OBE (6 SKS) |
Pilar Fleksibilitas Belajar & Inovasi Kurikulum
Implementasi penjaminan mutu Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 yang berorientasi pada kompetensi nyata di dunia kerja.
Outcome-Based Education (OBE)
Penilaian hasil belajar tidak sekadar mengukur hafalan teori, tetapi berfokus pada ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan portofolio keahlian aplikatif.
Tugas Akhir Alternatif Non-Skripsi
Mahasiswa dapat menyelesaikan studi melalui prototipe teruji, proyek agribisnis mandiri, atau jalur prestasi PKM-RE yang lolos PIMNAS dan jurnal ilmiah SINTA 4.
Laboratorium Hayati Rawa Lebak
Pembelajaran lapangan diperkuat langsung melalui kebun percobaan dan hamparan 89% ekosistem lahan basah di Kabupaten Hulu Sungai Utara.