Dukung Ketahanan Pangan dan Tekan Stunting, STIPER Amuntai Kirim 76 Mahasiswa PKM Berbasis ‘Zero Waste’ ke Sungai Tabukan

AMUNTAI, — Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai secara resmi melepas 76 mahasiswa peserta Praktik Kerja Mahasiswa (PKM) Tahun Akademik 2026. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat di aula kampus tersebut dihadiri dan diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Dr. Hero Setiawan, S.P., M.Si., beserta jajaran kepala dinas, kepala badan, unsur pimpinan Kecamatan Sungai Tabukan, serta segenap civitas akademika STIPER Amuntai.

Para mahasiswa yang berasal dari Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Agribisnis ini dijadwalkan akan mengabdi selama hampir dua bulan, terhitung mulai 1 Juli hingga 27 Agustus 2026, yang tersebar di 13 desa di wilayah Kecamatan Sungai Tabukan.

Pada pelaksanaan tahun ini, STIPER Amuntai mengusung komitmen besar dengan mengangkat tema strategis: “STIPER Berdampak: Penurunan Prevalensi Stunting Melalui Ketahanan Pangan Masyarakat Berbasis Zero Waste”. Tema ini dirancang khusus sebagai kontribusi konkret institusi dalam mendukung program nasional di bawah koordinasi pemerintah daerah dan lintas dinas terkait.

Dalam sambutannya, pimpinan STIPER Amuntai menyampaikan bahwa sektor pertanian dan pangan memiliki peran yang sangat vital dalam menekan angka stunting. Melalui konsep pertanian zero waste (tanpa limbah), mahasiswa akan mendampingi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lokal secara mandiri, higienis, dan berkelanjutan guna memperbaiki gizi keluarga.

Sebagai contoh nyata kesuksesan pola pendampingan ini, pada tahun 2021 lalu melalui program Wiradesa di Desa Murung Panti Hilir, Kecamatan Babirik, mahasiswa STIPER Amuntai sukses mendampingi ibu rumah tangga petani dalam mengolah perikanan lokal menjadi produk sosis serta ekstraksi minyak albumin dari ikan gabus (haruan). Pola pengabdian yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan ekonomi inilah yang kini diakselerasikan di Kecamatan Sungai Tabukan.

Berdasarkan laporan teknis dari Ketua Pelaksana PKM 2026, Ibu Nurul Wahdah, SP., MP., rangkaian kegiatan pengabdian ini berjalan secara terstruktur. Persiapan administrasi telah dimulai sejak Mei 2026, diikuti Kuliah Pembekalan Intensif sebanyak 4 kali pertemuan sepanjang Juni 2026. Setelah masa turun lapangan selesai, kegiatan akan dilanjutkan dengan tahap evaluasi akhir yang ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 16 Oktober 2026.

Mengenai data kepesertaan, panitia melaporkan dari total 81 mahasiswa yang terdaftar awal secara administratif, 3 mahasiswa berhasil meloloskan diri dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek di Desa Sungai Luang Hilir, Kecamatan Babirik. Sementara itu, 2 mahasiswa terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk turun ke lapangan, sehingga total mahasiswa resmi yang bertugas di lapangan adalah sebanyak 76 peserta.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara menyambut baik dan mengapresiasi tinggi langkah taktis STIPER Amuntai ini. Sinergi lintas sektor antara perguruan tinggi, dinas terkait, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta Puskesmas setempat diharapkan mampu menciptakan akselerasi yang signifikan bagi terwujudnya masyarakat Hulu Sungai Utara yang sehat, maju, inovatif, dan bebas stunting.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada yang bisa kami Bantu?
Scroll to Top