AMUNTAI — Dua mahasiswa Program Studi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai, Ahmad Iqbal Arrasyid dan Nuria Maulida, menorehkan prestasi membanggakan dengan mengikuti program magang industri di salah satu perusahaan energi dan pertambangan terkemuka di tanah air, PT Adaro Indonesia. Keduanya ditempatkan di unit kerja strategis, yakni Laboratorium Kesuburan Tanah dan Pusat Kajian Reklamasi dan Pascatambang, yang berada langsung di bawah naungan divisi Health, Safety & Environment (HSE) Compliance, Post Mine Compliance, serta Research & Development (R&D) PT Adaro Indonesia di wilayah operasional Kabupaten Tabalong dan Balangan, Kalimantan Selatan.
| Mahasiswa Magang | : Ahmad Iqbal Arrasyid & Nuria Maulida |
| Program Studi / Kampus | : S1 Agroteknologi – STIPER Amuntai |
| Perusahaan Mitra | : PT Adaro Indonesia |
| Unit Kerja | : Laboratorium Kesuburan Tanah & Pusat Kajian Reklamasi dan Pascatambang |
| Divisi Pengampu | : HSE Compliance, Post Mine Compliance, serta R&D |
Selama menjalani masa magang, kedua mahasiswa program studi Agroteknologi ini terlibat langsung dalam serangkaian riset terapan dan kegiatan teknis operasional pascatambang. Aktivitas mereka berfokus pada analisis mendalam terhadap sifat fisik, kimia, dan biologi sampel tanah penutup (topsoil dan batuan penutup/overburden), pengujian pH tanah, identifikasi ketersediaan unsur hara makro-mikro, pemantauan kualitas revegetasi tanaman pionir di lahan reklamasi, hingga pendukungan teknis pembibitan tanaman hutan lokal di area *nursery*. Pengalaman empiris ini memberi pemahaman nyata bagaimana prinsip-prinsip kesuburan tanah dan bioteknologi pertanian diimplementasikan dalam skala bentang alam luas guna merehabilitasi ekosistem bekas tambang agar kembali subur, berdaya guna, dan berkelanjutan.
Dokumentasi Lapangan Mahasiswa Magang di PT Adaro Indonesia
Program magang ini menjadi wadah berharga bagi Ahmad Iqbal Arrasyid dan Nuria Maulida untuk mengonversikan teori perkuliahan yang mereka serap di kampus STIPER Amuntai menjadi aksi praktis di dunia kerja sesungguhnya. Selain penguasaan keahlian teknis (hard skills) di bidang uji laboratorium dan survei lingkungan, keduanya ditempa dengan kedisiplinan kerja profesional serta penerapan standar ketat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH). Standar kepatuhan tinggi tersebut tercermin dari kedisiplinan mereka mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) komprehensif selama beraktivitas di area fasilitas industri pertambangan.
Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Amuntai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran manajemen dan tim pembimbing PT Adaro Indonesia atas keterbukaan dan kepercayaannya dalam memberikan ruang belajar yang luar biasa bagi mahasiswa. Sinergi strategis antara institusi perguruan tinggi dan dunia industri (DUDI) ini diharapkan dapat terus berkesinambungan, memperkuat ekosistem pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta mencetak sarjana-sarjana pertanian yang adaptif, unggul, berintegritas, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah maupun nasional.
Segenap sivitas akademika STIPER Amuntai mendoakan agar pengalaman berharga selama magang di PT Adaro Indonesia ini menjadi bekal emas bagi Ahmad Iqbal Arrasyid dan Nuria Maulida dalam menyongsong karir profesional dan menggapai masa depan yang gemilang. Semoga langkah sukses ini senantiasa menjadi inspirasi dan pemacu semangat bagi rekan-rekan mahasiswa STIPER Amuntai lainnya untuk terus berprestasi. Sukses selalu!