Logo STIPER Amuntai
SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN AMUNTAI
KURIKULUM SARJANA PERTANIAN (S-1)
KERANGKA KKNI & OBE 2026

Kurikulum Pendidikan Sarjana Pertanian Unggul & Berkelanjutan

Kurikulum terpadu STIPER Amuntai dirancang secara adaptif untuk memadukan kedalaman sains agroteknologi modern, tata kelola agribisnis berdaya saing, serta keunggulan komparatif ekosistem pertanian lahan rawa lebak Banua Kalimantan Selatan berbasis Outcome-Based Education (OBE).

144 SKS
Beban Belajar Minimal Jenjang Sarjana (S-1)
8 Semester
Rencana Masa Studi Efektif (Tepat Waktu)
KKNI Level 6
Standar Kompetensi Sarjana Pertanian (S.P.)
OBE & MBKM
Fleksibilitas Magang & Tugas Akhir Inovatif
PROGRAM STUDI AKTIF

Pilihan Kurikulum Program Studi Sarjana

STIPER Amuntai menyelenggarakan dua program studi sarjana terakreditasi BAN-PT dengan fokus keilmuan yang saling melengkapi untuk memajukan sektor pertanian nasional.

PROGRAM STUDI SARJANA (S-1)

S1 Agroteknologi

Berfokus pada rekayasa sains budidaya pertanian, bioteknologi tanaman, pengelolaan kesuburan tanah rawa masam, teknologi pascapanen, dan perlindungan tanaman terpadu berbasis kearifan lokal lahan rawa lebak.

Gelar: S.P. (Sarjana Pertanian) Beban: 144 SKS Akreditasi: BAN-PT
Profil Lulusan Utama: Manajer Kebun & Produksi, Agronomis Lahan Basah, Peneliti Pemuliaan Benih, Konsultan Proteksi Hayati, dan Wirausahawan Pupuk/Agro-input.
Lihat Kurikulum Agroteknologi Lengkap
PROGRAM STUDI SARJANA (S-1)

S1 Agribisnis

Membina keahlian strategis tata niaga agrikultur, manajemen rantai pasok pangan (supply chain), studi kelayakan investasi bisnis pertanian, pemasaran digital, dan penguatan kelembagaan kelompok tani Banua.

Gelar: S.P. (Sarjana Pertanian) Beban: 144 SKS Akreditasi: BAN-PT
Profil Lulusan Utama: Agripreneur (Wirausahawan Agribisnis Mandiri), Manajer Pemasaran Komoditas, Analis Finansial Pertanian, dan Fasilitator Pemberdayaan Petani.
Lihat Kurikulum Agribisnis Lengkap
ROADMAP STUDI 144 SKS

4 Tahapan Perjalanan Akademik Mahasiswa

Kurikulum distrukturkan secara progresif dari penguatan karakter dan sains dasar hingga kematangan profesional dan karya tridharma.

01
SEMESTER 1 – 2 (40 SKS)

Fondasi Sains & Karakter

Paket terstruktur untuk Mahasiswa Baru (20 SKS/sem). Penguatan dasar biologi, kimia, matematika pertanian, bahasa ilmiah, etika Islam, dan wawasan kebangsaan.

02
SEMESTER 3 – 4 (36–42 SKS)

Kompetensi Inti Kejuruan

Penguasaan mata kuliah keilmuan inti program studi: dasar agronomi, ilmu tanah rawa, perlindungan tanaman, sosiologi pedesaan, dan tataniaga pertanian.

03
SEMESTER 5 – 6 (36–42 SKS)

Peminatan & Pengayaan MBKM

Pendalaman mata kuliah keahlian berkarya, komoditas unggulan lahan rawa lebak, metode penelitian ilmiah, serta program magang industri dan proyek desa.

04
SEMESTER 7 – 8 (18–26 SKS)

Tridharma & Tugas Akhir

Praktik Kerja Mahasiswa (PKM / 4 SKS) terjun langsung di kelompok tani, pendadaran, dan penyusunan Skripsi (6 SKS) atau Jalur Tugas Akhir Alternatif OBE.

Komposisi Beban Kurikulum Sarjana (S-1)

Total: Minimal 144 SKS

Distribusi proporsional kelompok mata kuliah sesuai standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI Level 6):

No Kelompok Mata Kuliah Beban SKS Contoh Muatan Kurikulum
1 Mata Kuliah Wajib Nasional (MKWN) 8 SKS Pendidikan Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia
2 Mata Kuliah Wajib Institusi STIPER 12 – 16 SKS Ekologi Lahan Rawa Lebak, Etika Profesi, Bahasa Inggris Pertanian
3 Mata Kuliah Keilmuan & Keahlian Inti Prodi 88 – 96 SKS Agronomi, Ilmu Tanah, Proteksi Tanaman, Tataniaga, Manajemen Agribisnis
4 Mata Kuliah Pilihan Peminatan 14 – 18 SKS Bioteknologi Rawa, Rantai Pasok Pangan, Hortikultura Rawa Lebak, Perkebunan
5 Tridharma & Tugas Akhir Kelulusan 10 SKS Praktik Kerja Mahasiswa (PKM / 4 SKS) & Skripsi / Tugas Akhir OBE (6 SKS)
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI

Pilar Fleksibilitas Belajar & Inovasi Kurikulum

Implementasi penjaminan mutu Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 yang berorientasi pada kompetensi nyata di dunia kerja.

Outcome-Based Education (OBE)

Penilaian hasil belajar tidak sekadar mengukur hafalan teori, tetapi berfokus pada ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan portofolio keahlian aplikatif.

Tugas Akhir Alternatif Non-Skripsi

Mahasiswa dapat menyelesaikan studi melalui prototipe teruji, proyek agribisnis mandiri, atau jalur prestasi PKM-RE yang lolos PIMNAS dan jurnal ilmiah SINTA 4.

Laboratorium Hayati Rawa Lebak

Pembelajaran lapangan diperkuat langsung melalui kebun percobaan dan hamparan 89% ekosistem lahan basah di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Ada yang bisa kami Bantu?
Scroll to Top